Entry: Mami gereja itu ternyata....... Apr 12, 2009



Siapa sangka wanita penjaga dan pembersih gereja itu, yang sekarang hidup sebatang kara adalah mantan istri perwira KNIL Belanda yang mempunyai anak yang tinggal di Belanda. Kisahnya membuat saya berpikir dan merenung akan banyak hal.

 

Nama lengkap, si mami gereja, demikian ia biasa disebut,  tidak banyak yang  mengetahui, begitu juga dengan pribadinya. Yang saya tahu, sebagaimana jemaat gereja lain, adalah ia membersihkan dan merawat gereja. Ia juga suka sekali memelihara anjing, dan anjing-anjing peliharaannya patuh kepadanya.

 

Cerita hidup si Mami Gereja dimulai saat masa perang kemerdekaan, saat dirinya dipersunting seorang perwira Belanda, bernama belakang Nyland, yang membawa si Mami meninggalkan seluruh keluarganya di Thailand untuk tinggal di Netherlands Indies, nama Indonesia waktu itu. Ia melahirkan anaknya di Surabaya, seperti dibuktikan oleh selembar akta kelahiran berbahasa Belanda dari Surabaya yang sepertinya  dikhususkan untuk orang keturunan Eropa.

 

Perpisahan

Perang berkecamuk dan berlanjut dengan pengakuan kedaulatan Belanda atas Indonesia di tahun 1949. Belanda, termasuk tentara KNIL, angkat kaki dari Indonesia.  Sang suami tentu harus kembali ke Belanda, namun si mami menolak dan memutuskan tinggal di Indonesia, mungkin salah satu alasannya karena menurutnya suaminya berlaku cukup keras kepadanya..

 

Keputusannya untuk tidak mengikuti suami berakibat ia harus berpisah dengan suami dan dua putranya yang dibawa sang suami kembali ke Belanda. Ia harus hidup sebatang kara dan bertahan hidup hingga puluhan tahun kemudian nasib membawanya bertahan hidup sebagai pesuruh di belahan utara Jakarta. Takdirlah yang membawanya bertemu seorang pastur yang membawahi pelayanan Magdalena Group  yang wilayahnya masuk tempat ia bekerja. Ia ditawarkan pekerjaan untuk mengurus gereja dan sejak itulah ia tinggal di gereja.   

 

Pertemuan

Kasih ibu ternyata tak pernah hilang, selama bertahun-tahun ia berdoa, terutama dengan Novena, agar dapat dipertemukan kembali dengan sang anak yang puluhan tahun sudah tak ia temui. Secara kebetulan, meski sebenarnya tidak ada yang kebetulan, ada seorang jemaat gereja yang mempunyai kenalan yang tinggal di Belanda. Lewat orang itulah iklan dipasang di satu penerbitan di Belanda meski sebelumnya juga pernah dilakukan lewat Palang Merah. Doa sang ibu terjawab, anaknya menjawab dan sangat terkejut karena sang ayah memberitahukan jika ibunya sudah meninggal. Singkat cerita, sang anak datang ke Indonesia dan bertemu sang Ibu. Pertemuan yang terjadi, seperti diceritakan sekretaris gereja, sangat mengharukan, mereka langsung berpelukan, menangis dan seperti tidak terpisahkan saat sang anak tertuanya datang. Si Ibu telah lupa bahasa Belanda sedang sang anak tidak bisa bahasa Indonesia. Penampilan fisik tidak berbohong karena sang anak tampak persis seperti sang Ibu walaupun untuk meyakinkannya sang Ibu telah mengirimkan dokumen pendukung bukti otentik ke Belanda.

 

Sayang sang anak kedua masih belum mau bertemu sang bunda, entah sakit hati mungkin masih ada di hatinya. Doa sang ibu masih belum terkabul seluruhnya, karena ia masih rindu untuk "mengeloni" anaknya.  Beberapa tahun setelah pertemuan itu, sang anak pertama meninggal dunia dan sang Ibu masih merindukan pertemuan dengan anak keduanya.

 

Bantuan

Disaat sekarang, saat kondisi Mami gereja itu menurun, ia masih rindu bertemu anak keduanya. Seandainya saja saya bisa membantunya mencari dan membujuk anak keduanya dan tahu tentang ini sebelum berangkat ke Belanda, saya akan membantunya. Meski bahasa Belanda saya sangat terbatas, saya sempat membaca surat dan alamat yang ditunjukkan sekretaris gereja dengan harapan bahwa satu saat saya bisa menolong si Mami. Ya Tuhan, rasanya ingin sekali menolong si Mami agar dapat bertemu dengan anak keduanya di Belanda sebelum akhir hidupnya, meski paling tidak saya bisa berdoa bagi dia.

 

Catatan :

Cerita yang saya dapat sebelum Paskah ini mengingatkan saya akan beberapa hal akan doa yang besar kuasanya, akan kasih seorang Ibu yang tak pernah hilang akan anaknya, juga tentang perjuangan hidup dan rencana Tuhan dalam hidup ini

 

Semoga ini jadi cerita Paskah yang indah bagi kita semua, Selamat Paskah !

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments