<< June 2008 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Jun 11, 2008
Bingung tentang visa kunjungan ke Indonesia

Tadi pagi dapat email dari seorang teman yang mau menjadi volunteer di Bali, dan dia bingung dengan masalah visa. Akhirnya jadi berpikir keras tentang masalah visa bagi dia
Ada seorang teman saya, Warga Negara Belanda berminat menjadi volunteer di Indonesia, dia sedang bingung dengan visa yang harus dia urus. Saya sendiri sudah mencari keterangan tentang visa dan mendapatkan bahwa ada beberapa jenis visa yang disediakan, dari visa on arrival (VOA) yang langsung dibayar di bandara, visa kunjungan sosial (social visit visa). Kiranya visa jenis itulah yang dapat diterapkan untuk seseorang yang ingin menjadi volunteer selama 3 bulan di Indonesia.

Masalahnya adalah waktu tinggal yang terbatas, hanya 30 hari, sedangkan untuk visa kunjungan sosial maksimal kunjungan adalah 60 hari. Untuk visa kunjungan sosial, yang diperlukan antara lain adalah undangan dari seseorang di Indonesia, misalnya teman atau keluarga. Hal itulah yang membuat saya merasa tidak jelas tentang undangan tersebut karena berbentuk apakah undangan tersebut. Untuk Belanda contohnya, undangan dapat berlaku sah jika undangan tersebut disahkan atau disertai surat keterangan dari gemeente atau balai kota, untuk Indonesia, hal itu yang membuat saya bingung termasuk apakah orang yang berada di luar negeri juga dapat menjadi sponsor?

Saya ingat setahun yang lalu saat pergi ke pantai Baron di Yogya, (satu pantai yang sangat indah yang pernah saya lihat selain pantai Kukup dan Krakal, letaknya di daerah pantai selatan Yogya), 2 orang turis bercerita dan curhat tentang masalah imigrasi kepada saya. Mereka bercerita dari mulai indahnya Indonesia, keunikan indonesia, hingga masalah visa. Mereka sangat menyayangkan kebijakan pemerintah yang membatasi visa on arrival selama 30 hari. Sangat tidak mungkin melihat Indonesia yang terlalu luas dalam 30 hari. Ia juga membandingkan dengan India yang memberikan visa on arrival selama 6 bulan dengan harga yang sama dengan harga di Indonesia (maaf saya tidak sempat menguji kebenarannya)
Mereka juga bercerita tentang visa kunjungan sosial yang berarti si penerima visa tidak boleh pergi jauh-jauh dari si pemberi sponsor dalam jangka waktu tertentu, jadi jika si pemberi sponsor berasal dari Jakarta, si penerima visa hanya bisa pergi tidak terlalu lama dari Jakarta.
Intinya mereka menyayangkan, kalau tidak bermakna mengkritik, peraturan pemerintah yang menghambat wisatawan menikmati indahnya Indonesia yang mereka pikir terlalu luas dan unik.

Ada beberapa traveler asing yang memutuskan melakukan visa run untuk memperpanjang visa kunjungan mereka ke Singapore, namun tentu itu butuh biaya dan waktu,
nah bagaimana jika seseorang datang ke Indonesia untuk melakukan pekerjaan sebagai volunteer

Yang saya tanyakan adalah :
1. Bagaimana prosedur undangan dari sponsor untuk visa kunjungan sosial? Apakah harus disahkan terlebih dulu?
2. Benarkah visa kunjungan sosial membatasi kunjungan ke daerah lain di Indonesia?
3. Ada yang pernah punya pengalaman menjadi sponsor untuk orang asing?

Untung saya punya saudara yang menjadi warga negara Belanda yang bisa memberi masukan tentang visa dan ternyata ada seorang temannya yang bahkan bisa tinggal selama 6 bulan di Indonesia.
Ah semoga cepat jawabannya


Posted at 09:33 pm by androsa

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry